Top News

Top News (13)

Sunday, 23 June 2019 23:03

Pisah Kenang dan Parade Prestasi

Pisah Kenang dan Parade Prestasi siswa kelas enam SD Insan Amanah Malang berlangsung dengan khidmat dan penuh haru yang diselenggarakan di gedung utama UMM Dome tepatnya pada hari Sabtu, 22 Juni 2019 mulai pukul 07.00 - 12,00 WIB. Tahun ini melepas 98 siswa dan siswi kelas 6. Kegiatan ini sebagai bentuk pengembalian siswa-siswi ke orang tua yang telah menyelesaikan massa belajar selama 6 tahun. Tak hanya itu, acara ini juga sebagai ajang pemberian apresiasi kepada siswa, guru, serta orang tua murid yang berprestasi dan berdedikasi.

Apresiasi kepada seluruh siswa mulai dari kelas 1 sampai dengan 6 yang berprestasi akademik maupun non akademik yang pernah mendapat prestasi akademik, juara dalam mengikuti lomba beri hadiah berupa tropy dan uang pembinaan. Sebanyak 300 prestasi yang telah diborong oleh siswa SD Insan Amanah, disuguhkan dan mendapat apresiasi langsung dari sekolah. Sebanyak prestasi itu diraih dalam satu tahun terakhir.”Untuk prestasi akademik 78 siswa, non akademik 112 meliputi prestasi olahraga dan sebanyak 70 diberikan kepada siswa duta karakter.

Menjadi kebanggaan sekolah dari tahun ke tahun selain prestasi akademik, juga menilai karakter siswa. Terkait hal ini, ada penilaian tersendiri. Penilaian itu meliputi religius, integritas, adab dengan guru, teman dan orang tua. Karakter yang berlandaskan agama itu sangat penting. Ini semua kami lakukan agar anak anak yang sudah lulus dapat membentengi dirinya dan sudah memiliki bekal yang kuat. Pendidikan karakter yang telah didapatkan selama mengenyam pendidikan di SD Insan Amanah telah membawa perubahan yang baik bagi seluruh siswa. MAHJA MARFAT NABILA, salah satu siswi kelas 6 yang hari ini dinobatkan sebagai Duta Karakter SD Insan Amanah. Rasa haru dan bahagia dirasakan oleh orangtuanya saat anaknya mendapatkan penghargaan tersebut.

 

Indahnya Berbagi "Pentasyarufan Zakat" dan Pembagian 300 buah parcel targetnya adalah kaum dhuafa kembali diselenggarakan pada hari Sabtu, 25 Mei 2019 dibagikan kepada kaum Dhuafa' di sekitar sekolah dan 60 siswa SD kurang mampu se Kecamatan Lowokwaru. Kegiatan ini sekaligus sebagai sarana membentuk karakter siswa peduli dengan sesama.

Masing-masing anak mendapat satu paket parcel yang berisi sembako, alat tulis dan beras zakat fitrah. Wajah berseri mereka seakan menjadi penyejuk dalam acara yang berlangsung khidmat tersebut. Kehadiran 130 anak dari Sekolah Dasar se Kecamatan Lowokwaru ini menjadi kebahagian tersendiri bagi keluarga besar SD Insan Amanah. Terlebih di Bulan Suci Ramadan yang penuh berkah ini, guru, siswa dan orang tua siswa SD Insan Amanah ingin berbagi kebahagiaan dengan menyantuni anak yatim dan kaum duafa.

Kegiatan pentasarufan zakat, infaq dan sodaqoh, menjadi agenda rutin SD Insan Amanah setiap Bulan Ramadan. Ratusan anak yatim dan kaum duafa selalu diundang untuk menerima santunan dalam acara tersebut. “Kami ingin mendapat berkah dari Allah melalui kegiatan ini, semoga dari doa anak-anak dan orang-orang yang kami undang menjadi keberkahan buat kami semua. Tahun ini lebih dari 300 paket zakat dan sembako yang terkumpul dari orang tua siswa. Adapun teknis pembagiannya dibagi menjadi empat kategori. Pertama paket parsel sembako. Kedua parsel sembako dan tas. Ketiga parsel sembako dan beras enam kilogram. Dan yang keempat, merupakan anak-anak yatim dan dari keluarga tidak mampu. Mendapatkan paket sembako, beras zakat, alat tulis dan uang saku sebesar 100 ribu rupiah per anak. “Kami berharap memberikan manfaat bagi mereka,”.

Pentasarufan zakat merupakan sebuah sarana dalam mendidik siswa tentang salah satu rukun Islam, yakni menunaikan zakat yang ditunaikan dalam bulan Ramadan. Di sisi lain, kegiatan ini sebagai upaya guru menumbuhkan jiwa sosial siswa SD Insan Amanah agar memiliki rasa empati pada sesama. “Bingkisan parselnya merupakan karya anak-anak sendiri, agar ada kesungguhan dalam diri mereka,”. Terkait jumlah paket zakat dan sembako yang begitu banyak, kami merasa bersyukur, hal tersebut karena semangat dan dukungan dari orang tua siswa yang sangat luar biasa.


SD Insan Amanah bertekad menjadikan anak didiknya menjadi generasi hebat. Oleh karena itu, ide-ide hebat pun diwujudkan dalam bermacam program inovatif. Termasuk diantaranya pentasarufan zakat. Program ini menjadi agenda keislaman yang diharapkan mampu menumbuhkan jiwa yang penuh syukur dari peserta didik. “Kami ingin kegiatan ini menjadi momentum kebersamaan yang mengandung pelajaran bagi anak-anak kami. Sehingga mereka merasakan apa yang dirasakan oleh teman-temanya yang tidak seberuntung mereka,”.


Sikap syukur itulah yang menjadi kekuatan agar siswa-siswi SD Insan Amanah memiliki jiwa sosial yang tinggi. Yaitu peduli kepada sesama. “Memang tidak bisa hanya sekali dua kali, butuh proses dan pembiasaan agar karakter tersebut terbentuk dengan kuat.

Ada beragam manfaat yang bisa dipetik dari agenda bepergian ke luar negeri. Mulai belajar budaya baru hingga menemukan inspirasi baru. Itulah tujuan yang ingin diraih SD Insan Amanah lewat agenda study ekskursi di Singapura dan Malaysia pada 21 – 25 Januari 2019.

Kepala SD Insan Amanah Suhardini Nurhayati MPd menyatakan, ada beragam kegiatan yang dilakukan siswa-siswi selama berada di Singapura dan Malaysia. Di antaranya, mereka melakukan kunjungan ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Malaysia dan Singapura.

Ada manfaat yang ingin dipetik lewat kunjungan ke KBRI. ”Kebetulan, kami ada materi pembelajaran tentang duta besar”.

Dalam kunjungannya ke KBRI di dua negara itu, siswa-siswi SD Insan Amanah juga sempat menampilkan bakat mereka. Ada yang menampilkan yel-yel, membaca puisi, mendongeng, dan lain-lainnya.

Di setiap negara yang dikunjungi, para siswa juga berbaur dengan warga lokal. Termasuk dengan siswa-siswi dari sekolah di Singapura dan Malaysia. ”Mereka saling bertukar pengalaman dan budaya. Hasilnya, para siswa jadi mengerti dan belajar bahwa ada perbedaan di setiap budaya,”.

Tak hanya itu, lewat agenda study ekskursi ini, mereka belajar bagaimana aturan-aturan di negara lain. ”Siswa belajar bagaimana kedisiplinan siswa di sekolah-sekolah Malaysia dan Singapura. Ide kreatif juga terbangun lewat kunjungan seperti ini,”.

Dia berharap, study ekskursi ini menjadi semacam buku perjalanan bagi para siswa. ”Buku pengalaman tentang kehidupan. Kira-kira harapan mereka akan seperti apa melalui ide yang didapat di sana,” ujarnya.

Melihat banyaknya manfaat yang bisa dipetik, SD Insan Amanah berencana menjadikan study ekskursi sebagai agenda tahunan.

SD Insan Amanah menyelenggarakan salah satu program, yakni Immersion Program. Selama kurang lebih sepekan, sejak tanggal 2 hingga 9 Maret 2019 lalu, SD Insan Amanah berkunjung ke Singleton Primary School yang berada di Kota Perth Australia.  

Sekolah tersebut merupakan cerminan sekolah hebat yang ada di luar negeri. Sekolah yang mengajarkan kerja keras dan hidup sederhana baik kepada guru maupun anak didiknya. “Semua serba simple, sederhana, gak keakean gaya (tidak kebanyakan gaya),”.

Kerja keras dan kesederhanaan memberikan dampak positif terhadap kemajuan bangsa. Melalui nilai karakter tersebut siswa diajarkan untuk tidak manja, namun  berjuang dengan semangat kemandirian untuk mencapai cita-cita. “Mereka tidak perlu gaya, yang penting aksi dalam proses pembelajaran, sehingga semuanya dapat berjalan dengan sangat baik,”.

Hal lain yang telah dipelajari SD Insan Amanah di Singleton Primary School yakni kedisiplinan dan ketertiban. Para siswa yang digembleng dengan pendidikan karakter selama tiga bulan di awal tahun pembelajaran, berimbas pada sikap disiplin dan kemandirian. Semuanya berjalan dengan tertib, penuh kesadaran alias tidak ada bulying. “Kami sangat terkagum dengan suasana dan kondisi pembelajaran di sana, inilah yang menjadi motivasi kami untuk menjadi lebih baik,”. 

Immersion Program membawa guru dan siswa SD Insan Amanah semakin memperluas wawasan mereka tentang dunia luar yang selama ini belum diketahui. Dari pengalaman dan wawasan itulah diharapkan menjadi motivasi untuk menjadikan pendidikan SD Insan Amanah lebih bermutu. “Inilah dunia lain yang sangat jauh berbeda dengan dunia kita.  Sehingga menjadi motivasi  untuk menjadikan diri lebih baik,”.

Adapun proses pebelajaran di Singleton Primary School lebih mengutamakan peran siswa dengan belajar secara kontekstual. Keberadaan guru berfungsi sebagai pendamping dan memberikan stimulus pada siswanya. “Mereka juga menerapkan konsep moving class, ada kelas sains, matematika dan bahasa. Juga ada kelas kesenian dan memasak, dan kelas ini wajib bagi seluruh siswa”. 

Immersion Program bukanlah program untuk menyobongkan diri dengan bermewah-mewahan. Immersion Program suatu saat akan menjadi kebutuhan bagi sekolah. “Kami ingin mengajakan anak-anak untuk tidak menjadi katak dalam tempurung, yang merasa besar sendiri. tapi harus belajar dari tempat lain dengan habit-habit yang berbeda,  maka dari itu mari kita ubah mainset kita agar tidak berpikir sempit,”.

Selama di Perth Australia, siswa-siswi SD Insan Amanah juga berkunjung ke tempat wisata dan tempat-tempat bersejarah. Antara lain ke Heritage Rose Garden, Peel Zoo Pinjarra, Mandurah Dolphin Cruise,  Mandurah Foreshore,  Hill War Memorial Monument,  Fremantle Prison,  London Court,  The Bell Tower,  Elizabeth Quay dan Kings Park.

 

Pendidikan seperti pelajaran di sekolah memang penting untuk mengembangkan kemampuan anak dalam bidang akademik. Tapi pendidikan karakter tak kalah pentingnya dalam kehidupan anak, bahkan untuk para orang tua.

Inilah yang menjadi alasan Suhardini Nurhayati, Kepala Sekolah di Sekolah Dasar Insan Amanah di Kota Malang, berinisiatif untuk mendirikan 'Sekolah Orang Tua'. Ia merasa bahwa tak hanya murid saja yang sekolah, melainkan wali murid juga harus sekolah.

"Kalau orang tua pintar, maka anaknya akan pintar juga," 'Sekolah Orang Tua' yang didirikannya untuk para wali murid itu, berlokasi di kawasan perumahan Griya Shanta di Jl Soekarno Hatta, Kota Malang. Sekolah ini tidak hanya mengajarkan pelajaran akademik, melainkan kelas untuk para wali murid agar paham mengenai karakter putra-putrinya, yang diharapkan berguna untuk pengembangan karakter anak-anak mereka sendiri ke depannya.

"Jadi yang pertama adalah tentang pola asuh. Dirinya menyatakan bahwa pola asuh untuk siswa juga akan berpengaruh terhadap perkembangan para siswa di sekolah.

Ia menjelaskan, 'Sekolah Orang Tua' yang dia klaim sebagai satu-satunya di Indonesia itu mulai dijalankan oleh pihaknya sejak awal Oktober 2018 dan berakhir pada Maret 2019. Saat itu, sudah ada 25 wali murid mengikuti program awal tersebut.

"Jadi kelas itu hanya dilakukan satu bulan sekali, di mana setiap pertemuan ini memakan waktu 6 jam," terang perempuan kelahiran Malang, 46 tahun silam, itu.

"Kalau orang tua pintar, maka anaknya akan pintar juga,"

Untuk masing-masing pertemuan, topik yang dibahas berbeda-beda. Jika topik yang pertama diangkat adalah terkait pola asuh, maka pada pertemuan berikutnya yang diangkat adalah topik mengenai komunikasi yang produktif dengan anak, yang meliputi terapi healing (penyembuhan), terapi penyeimbang otak kanan dan kiri, deteksi dini sembilan kecerdasan, dan terakhir adalah terkait kecanduan gawai.

"Jadi misalnya terkait menyeimbangkan otak kanan dan kiri adalah dengan cara meremas kertas di tangan kanan dan kiri. Ternyata setelah melakukan hal sederhana seperti itu anak tersebut cenderung lebih baik," imbuh Dini.

Meski demikian, program tersebut sejauh ini hanya dilakukan untuk wali murid kelas I SD saja. Ia menyatakan bahwa ke depannya akan ada pendekatan juga kepada wali murid jenjang kelas lainnya, tetapi tentu menggunakan pendekatan yang berbeda.

"Tahun depan akan kita lakukan secara berjenjang. Karena mungkin untuk kelas tingkat atas butuh pendekatan berbeda yang tidak mungkin disamakan," imbuh perempuan yang sedang menempuh program Doktoral di Universitas Negeri Malang (UM) tersebut.

Tak hanya itu, jumlah wali murid yang akan mengikuti program 'Sekolah Orang Tua' juga direncanakan bakal lebih banyak dari sebelumnya.

Untuk diketahui, sekolah tersebut juga menegaskan bahwa pihaknya akan fokus pada pendidikan karakter. Bahkan karena hal itu, pihaknya kerap melakukan studi banding ke negara-negara dengan tingkat pendidikan lebih baik dari Indonesia, seperti Malaysia, Singapura, dan Australia.

"Sampai saat ini proses pembelajaran masih fokus pada pembentukan karakter. Juga seperti anjuran dari wali kota, nanti kami juga akan melakukan pengurangan pembelajaran calistung (baca, tulis, berhitung) untuk kelas I dan II mulai tahun ajaran berikutnya ini," tandasnya.

Selain itu, berkat dedikasinya di bidang pendidikan selama ini, Dini beberapa waktu lalu dinobatkan sebagai perempuan inspiratif di Kota Malang. Sebuah acara yang digelar oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Malang.

Sunday, 16 December 2018 23:35

Khataman dan Imtihan Al-Qur'an Ke-V

Khataman dan Imtihan Al-Qur'an Ke-V diikuti sebanyak 182 siswa, mulai dari kelas 2 sampai kelas 6 . Kegiatan ini meliputi tahfidz juz 1, 2, 3, 29, dan 30, turjuman level A, dan Tartil yang di selenggarakan di lantai 5, gedung Rektorat UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
Acara ini diadakan sebagai bentuk tanggung jawab sekolah kepada siswa dan orangtua dalam mempelajari Alquran. Lewat agenda ini, orang tua bisa tahu kemampuan anak-anaknya dalam membaca dan menghafal Alquran. Acara ini dihadiri oleh Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko, Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang Dra. Zubaidah MM., Rektor UIN Malik Ibrahim Malang Prof. Dr. Abdul Haris M.Ag, dan perwakilan Ummi Foundation.

Membaca Al Quran adalah perdagangan yang tidak pernah merugi:


{الَّذِينَ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَنْفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرًّا وَعَلَانِيَةً يَرْجُونَ تِجَارَةً لَنْ تَبُورَ (29) لِيُوَفِّيَهُمْ أُجُورَهُمْ وَيَزِيدَهُمْ مِنْ فَضْلِهِ إِنَّهُ غَفُورٌ شَكُورٌ (30)}

“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan salat dan menafkahkan sebahagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi”. “Agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.” (QS. Fathir: 29-30).

خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ» رواه البخاري

"Sebaik-baik kalian adalah yang belajar al-Quran dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari).

Salut dan Bangga kepada Bpk. Imam Fahrudin, S.Pd atas prestasinya Juara 3 Lomba Web Blog Pembelajaran dalam kegiatan Olimpiade TIK Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur tahun 2018. Kegiatan ini diselenggaran berlangsung tanggal 11 dan 12 Desember 2018 di hotel Utami Jl. Juanda Surabaya. Lomba ini mengasah kemampuan para guru se-Jawa Timur dalam mendesain Web blog Pendidikan yang dikembangkannya dengan kontent yang lebih menarik untuk media pembelajaran yang dapat diakses secara online maupun offlline di sekolah masing-masing.

Salut dan Bangga kepada Bpk. Aroma Legendaris, S.PdI atas prestasinya Juara 2 Lomba Media Presentasi Pembelajaran dalam ivent Olimpiade TIK Jawa Timur tahun 2018. Karya dengan judul "Sholat itu wajib bagi orang beriman (SI WAGIMAN)", media ini memuat pembelajaran interaktif materi Pendidikan Agama Islam tentang Sholat. Sajian materi meliputi: contoh bacaan, pelafalan, quiz, dan game edukasi.

 

Mengenal Bilangan Cacah dalam Kehidupan Sehari-hari

Kiti, Kaif, Koni, dan Kosi adalah generasi milenia yang memiliki karakter 4K (kritis, kreatif, komunikatif, dan kolaboratif). Kiti mewakili karakter anak yang selalu berfikir kritis, selalu mencari tahu bilangan dalam aktivitas sehari-hari. Kiti mengajak teman-temannya menemukan bilangan caAacah dalam aktivitas mereka saat bermain di taman kota dan menyiapkan bekal sekolah. Kaif mewakili karakter anak yang kreatif, dengan pengetahuan yang dimiliki mengajak teman-temannya untuk menemukaAn ide-ide kreatif, menemukan sesuatu yang baru, dan memberikan sesuatu yang bermanfaat bagi lingkungan. Koni mewakili anak yang pandai berkomunikasi, berani menyampaikan ide-ide atau pendapat secara lisan atau tulisan dan menghargai pendapat orang lain. Kosi anak yang gemar berkolaborasi dan pandai berteman, mengajak teman-temannya untuk bekerja sama, berbagi tanggung jawab dan menghargai perbedaan.

Bermain adalah kegiatan yang menyenangkan bagi semua anak tidak terkecuali Kiti, Kaif, Koni, dan Kosi. Saat bermain di taman kota mereka dapat menemukan bilangan cacah melalui kegiatan menghitung banyak bunga yang berjatuhan, berkreasi meronce bunga, dan berkolaborasi dalam bermain ”Raja dan Ratu Lebah,” serta berbagi cerita tentang kegiatan bermain. Para generai milenia itu juga menemukan bilangan cacah saat menyiapkan bekal sekolah. Bilangan cacah mereka pelajari melalui kegiatan menghitung telur yang dibutuhkan untuk membuat roti isi, membagi roti isi, menemukan pola pada roti isi, berkreasi membuat sate buah, dan berkolaborasi dalam bermain ”Misteri Hutan Labirin,” serta berbagi cerita kegiatan menyiapkan bekal sekolah.

 

Wednesday, 08 August 2018 02:18

"Kisah Inspiratif Siswa SD Insan Amanah"

Written by
Keluguan siswa-siswi SD Insan Amanah tertuangkan dalam karya sebuah buku inspiratif yang menggambarkan warna-warni pengalaman anak-anak setelah melakukan study ke negara lain yaitu Malaysia dan Singapura. Buku tersebut setelah selesai cetak dari penerbit langsung diserahkan ke Dinas Pendidikan Kota Malang yang langsung diterima oleh Ibu Dra. Zubaidah, MM tepatnya pada hari Selasa, 7 Agustus 2018. Kegiatan penyerahan buku tersebut disambut dengan apel bersama pegawai yang berdinas di kantor tersebut dengan diikuti beberapa perwakilan siswa-siswi SD Insan Amanah yang didampingi oleh Ibu Suhardini Nurhayati, M.Pd selaku Kepala Sekolah dan Bpk. Drs. Saleh Albyti selaku pengurus lembaga.

Elementary School Insan Amanah of Malang "Mewujudkan Generasi Berilmu dan Berkepribadian serta Berbudaya Lingkungan"

Newsletter

Please contact us by email